WahanaNews-Sulsel | Katib Aam Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, mengatakan, NU perlu melakukan pembaruan memasuki seratus tahun kedua organisasi kemasyarakatan Islam itu.
Dari segi kepengurusan, misalnya, kata Yahya Staquf, harus ada jaminan berlangsungnya regenerasi secara alamiah pada setiap jenjang kepengurusan.
Baca Juga:
Hadapi Ketidakpastian Dunia, DPR Dorong Penguatan Kedaulatan Energi dan Pangan
"Apakah kita siap melakukan regenerasi?" tanya Yahya, saat bersilaturahmi dengan pengurus PWNU dan PCNU Bali, NTT, dan NTB di Denpasar, Bali, Kamis (21/10/2021) malam.
Serempak peserta pertemuan menyatakan siap.
Pembaruan lainnya, menurut Yahya, adalah soal pengelolaan organisasi.
Baca Juga:
DPR Dukung Program Dokter Terbang, Charles Honoris: Sangat Dibutuhkan Masyarakat
Dia mengusulkan pola kerja di jajaran tanfidziyah atau eksekutif PBNU seperti sebuah pemerintahan.
Seorang ketua umum, ujarnya, mesti berfungsi seperti seorang presiden.
Ia memimpin rapat seperti seorang presiden memimpin sidang kabinet.