WahanaNews-Sulsel | Setelah dinyatakan bankrupt atau bangkrut secara teknis oleh Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, maskapai Garuda segera memangkas sekitar 93 rute penerbangannya di tahun 2022.
"Garuda Indonesia sendiri di tahun mendatang hanya akan fokus melayani rute super premium," kata Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo ,dalam rapat bersama Komisi VI DPR, Selasa (9/11/2021).
Baca Juga:
Konferensi Pers Polda Jambi, Ungkap Ratusan Kasus Kriminal, Narkotika dan Tindak Pidana Khusus Selama Semester 1 2026
Tidak hanya itu, bebagian besar rute internasional yang menggunakan maskapai plat merah ini juga akan ditutup, tertama pada rute jauh seperti Amsterdam, London, hingga Korea, karena sepi penumpang.
"Sementara rute penerbangan domestik juga akan disaring dan dipangkas," tambahnya.
Pria yang biasa di sapa dengan panggilan Tiko ini menjelaskan bahwa hal ini dilakukan karena imbas dari pemangkasan jumlah pesawat Garuda dari 142 pesawat menjadi 50-60 pesawat yang beroperasi.
Baca Juga:
Lawan atau Mati Dibodohi: DPW Serbuk Jambi Buka Kelas Paralegal 6 Bulan Tahun 2026
"Selain itu efek dari pengurangan jenis pesawat di perusahaan dari 13 menjadi 7 jenis yang selama ini membuat biaya pengelolaannya sangat besar," jelasnya.
Diketahui jumlah rute penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) sebelumnya terdiri 237 penerbangan dan nantinya pada tahun 2019 rencananya akan dipangkas menjadi 140 rute pada tahun 2022. [non]