"Tidak pernah usulkan pergantian nama, maupun tak pernah usulkan nama jembatan, dan nama tersebut kami sama sekali tidak tahu menahu. Karena bantuan keuangan provinsi diserahkan sepenuhnya kepada Pemkot Parepare," ungkapnya.
"Soal penamaan jembatan, 100 persen murni inisiatif Pj Wali Kota Parepare dan pemerintah provinsi tidak pernah memiliki inisiatif dan tidak pernah memberi arahan apapun soal nama jembatan," tutup Erlan.
Baca Juga:
Sekda Gorontalo Utara Terima Bantuan untuk Korban Banjir Tolinggula
Sebelumnya diberitakan, Pemkot Parepare mengungkap alasan mengganti nama Jembatan Kembar menjadi Jembatan Akbar saat diresmikan ulang Pj Gubernur Sulsel Bahtiar. Pihaknya berdalih nama Jembatan Kembar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dari segi konstruksi.
Jembatan Akbar yang terletak di Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare diresmikan Bahtiar pada Selasa (9/1). Proyek yang awalnya bernama Jembatan Kembar itu sempat diresmikan di era Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman saat HUT ke-63 Parepare pada 20 Maret 2023.
"Penamaan jembatan Kembar dinilai agak kurang tepat karena di sana tidak ada pasangan jembatan yang berdampingan dan serupa secara konstruksi," ungkap Kepala Dinas Kominfo Parepare Anwar Amir dalam keterangannya, Rabu (10/01/24).
Baca Juga:
Dinas Kominfo Karo Selenggarakan Desk Validasi Dan Verifikasi Indikator Kerja Daerah Tahun 2021-2026
Anwar membandingkan Jembatan Kembar Kabupaten Gowa yang sesuai dengan kondisi konstruksinya. Pasalnya lanjut dia, ada dua jembatan yang serupa dan dibangun bersampingan.
Dia menilai, perubahan nama dalam suatu proyek merupakan hal yang biasa terjadi. Salah satu contohnya, nama Stadion Gelora Mandiri kini menjadi Gelora Bj Habibie Parepare yang terinspirasi dari tokoh Presiden RI Periode 1998-1999.
"Juga sama seperti nama Lapangan Andi Makkasau, sekarang disebut Alun-Alun Kota. Tugu Blueband jadi Tugu Pramuka," sebut Anwar.