Gelombang dengan ketinggian Moderate Sea (Gel. 1,25-2,5 m) terjadi di Perairan Spermonde Makassar, Perairan Kepulauan Selayar, dan Laut Flores sedangkan Gelombang dengan ketinggian Rough Sea (Gel. 2,5-4,0 m) terjadi di Selat Makassar bagian Selatan, Perairan Parepare, Perairan Spermonde Pangkep, dan Teluk Bone bagian Selatan.
“Kepada masyarakat dan pengguna layanan transportasi darat, laut, udara agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana hidrometeorologi pada tanggal 20 hingga 23 Februari 2022. Dampak tersebut antara lain potensi banjir, genangan, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, keterlambatan jadwal penerbangan, pelayaran, dan meluapnya area tambak budidaya,” ujar dia.
Baca Juga:
Junta Militer Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Sementara Pascagempa Mematikan
Irwan menambahkan, masyarakat diharapkan selalu memperhatikan informasi dari BMKG serta instansi terkait untuk memastikan mitigasi bencana hidrometeorologi dapat dilakukan dengan baik.[jef]