"Kita kan mau pakai tidak bisa, kira-kira kalau kita tidak bongkar ya bagaimana kita mau masuk, lebih baik kita ini (dobrak) karena (rusak)," katanya.
Yohanis Bassang Minta Tidak Dibesar-besarkan
Baca Juga:
Perkuat Keamanan Digital, Pemkab Karo Jalin Kerja Sama Sertifikat Elektronik dengan BSSN RI,Layanan Administrasi Lebih Cepat
Kendati tak menampik perbuatannya, Yohanis Bassang tetap meminta agar aksinya mendobrak pintu hingga kacanya berserakan tersebut tidak dibesar-besarkan. Yohanis mengaku pintu yang ia dobrak memang tak bisa dibuka.
"Janganlah dibesar-besarkan, (pintu didobrak hingga pecah karena) kuncinya rusak." ucap Yohanis Bassang, seperti dilansir dari detikSulsel, Selasa (28/3).
Yohanis kembali menegaskan bahwa saat kejadian sedang turun hujan sehingga dia dan peserta apel gabungan bertemu.
Baca Juga:
PLN Hadirkan Fitur Simulasi Biaya di PLN Mobile, Pelanggan Bisa Hitung Estimasi Layanan Secara Mandiri
Dia kemudian menjelaskan dirinya sudah berusaha membuka baik-baik pintu kaca gedung.
Hanya saja pintu itu memang rusak dan tak bisa dibuka. Karena tak ada cara lain saat itu, Yohanis langsung mendobraknya dengan cara menggoyang-goyang pintu tersebut hingga kacanya jatuh dan pecah.
"Itukan hujan mau apel kita mau masuk ruangan tapi itu kuncinya rusak, setengah mati orang cari, baru digoyang-goyang ternyata kacanya tipis sekali, lalu jatuh," tutur Yohanis.