Sementara sejumlah warga Dusun Benteng, Desa Buareng Kecamatan Kajuara membentangkan spanduk sebagai tanda protes kepada pemerintah yang belum memperbaiki jalan. Pohon pisang pun ditanam di tengah jalan berlumpur.
"Kita berharap jalanan tersebut mendapatkan perhatian dari pemerintah terkait. Kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur sangat membahayakan pengguna jalan," ucap warga Desa Buareng, Khaerul Saleh, Kamis (17/3).
Baca Juga:
159 Tahun Jeneponto, Gubernur Sulsel Berikan Bantuan Dana Rp 10 Miliar
Dia menyebut jalan tersebut sudah puluhan tahun tidak pernah tersentuh aspal. Selama beberapa periode pergantian kepala desa tidak pernah ada perhatian mengenai pembangunan infrastruktur jalan.
Penjelasan Kadis PUPR Bone
Kepala Dinas (PUPR) PUPR Bone, Askar mengaku sudah menerima aspirasi warga di wilayah itu. Stafnya pun diturunkan mengecek lokasi jalan rusak yang dimaksud.
Baca Juga:
Viral! Wanita Rentenir di Sulsel, Larang Pemakaman Jenazah Karena Belum Bayar Hutang
"Apakah lokasi yang diprotes warga tersebut masuk lokasi jalan desa atau kabupaten. Ini sementara kami kroscek," ucap dia.
Askar melanjutkan kalaupun masuk jalan kabupaten, pengerjaannya tidak bisa berjalan tahun ini.
Lantaran program perbaikan infrastruktur jalan itu sudah tertuang di APBD 2021, dan memang belum dianggarkan untuk pembenahan jalan di Desa Buareng.