"Kami mengimbau kepada masyarakat yang rumahnya terdampak banjir agar mengungsi dulu ke rumah kerabatnya sambil menunggu air surut," tutur Ichsan.
Dia menyebutkan, musibah ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun sejumlah fasilitas umum di antaranya bangunan sekolah termasuk rumah warga dan persawahan terendam banjir.
Baca Juga:
Tanggapi Aspirasi FWR DAS Rawalumbu, Komisi II Bakal Lakukan Hal Ini
"Warga memilih bertahan di rumahnya masing-masing," tambah dia.
Sementara salah seorang warga Mare yang terdampak banjir Rustam (36), mengatakan wilayahnya mulai diguyur hujan deras yang disertai petir sejak Sabtu (7/5) kemarin. Hujan disertai angin kencang dari pukul 19.00 Wita hingga pagi hari.
"Diperkirakan ketinggian air mencapai 50 hingga 100 cm. Wilayah ini merupakan dataran rendah sehingga curah hujan yang tinggi menyebabkan air tergenang di pemukiman dan persawahan," ucapnya.
Baca Juga:
BPBD Sulawesi Tengah Laporkan 875 KK Terdampak Banjir di Morowali Utara
Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan peringatan dini cuaca BMKG, wilayah Sulsel masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai kilat petir dan angin kencang hingga hari ini, (8/5/22).[jef]