WahanaNews-Sulsel | Kendati sudah beroperasi sejak 1982, namun performa Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, ternyata tetap prima.
Pemeliharaan berkala, itulah kuncinya.
Baca Juga:
Peringati Hari Krida Pertanian 2026,Bupati Karo: Mari Kita Bangun Pertanian Secara Produktif dan Moderen
Kesenjangan pengalaman sumber daya manusia di sana menjadi salah satu tantangan mengawal kinerja PLTP tertua di Indonesia itu tetap prima.
Sabtu (30/09/2021) pagi itu, deru suara turbin unit pembangkit 2 dan 3 PLTP Kamojang saling beradu.
Di tengah kebisingan melebihi 80 desibel, sejumlah pekerja sibuk membongkar dan membersihkan turbin pembangkit 1 yang sedang menjalani pemeliharaan rutin.
Baca Juga:
Kasus Penyekapan Perempuan 3 Tahun Jadi “Kejahatan Kemanusiaan”, KemenHAM Jabar Soroti Penanganan dan Pembiayaan Korban
Pemeliharaan turbin, kondensor, demister, dan komponen lainnya menjadi bagian dari overhaul atau turun mesin berkala.
Prosesnya dilakukan setelah pembangkit beroperasi selama 23.000 jam atau sekitar tiga tahun.
“Pemeliharaan menjadi kunci mempertahankan performa oprimal. Jadwalnya sudah diatur agar overhaul tidak dalam waktu bersamaan. Jadi, produksi listrik tetap terjaga,” ujar Ahli Madya Sistem Manajemen Terintegrasi PT Indonesia Power Kamojang POMU (Power Generation and O&M Services Unit), Dedih Kusdinar.