Sulsel.WAHANANEWS.CO, Makassar - Bagi warga Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, langit mendung bukan sekadar tanda hujan akan turun.
Ia adalah pengingat akan siklus tahunan: banjir yang datang dua hingga tiga kali dalam setahun, membawa genangan, kekhawatiran, dan kerugian.
Baca Juga:
Pastikan Hak Terpenuhi, Wali Kota Maulana Serahkan Santunan Kepada Keluarga Korban Kecelakan KRL Commuter Line
Air yang naik hingga setinggi pinggang orang dewasa kerap melumpuhkan aktivitas warga. Jalan terputus, usaha terganggu, dan barang-barang elektronik rusak. Dalam situasi seperti itu, keputusan untuk mengungsi pun bukan hal yang mudah.
Penanaman pohon sebagai bagian dari mitigasi banjir berbasis lingkungan oleh Pemerintah Daerah, Srikandi, Pegawai PLN UIP Sulawesi, dan anggota KSB. [WAHANANEWS.CO/PLN].
“Dulu, mengungsi itu perjuangan batin,” kenang Ruslan, Ketua Kelompok Katimbang Siaga Bencana (KSB). Bukan hanya karena air, tetapi karena keterbatasan fasilitas. Minimnya MCK di lokasi pengungsian, terbatasnya peralatan evakuasi, serta kondisi yang kurang nyaman membuat sebagian warga memilih bertahan di rumah, meski risiko semakin besar.
Baca Juga:
Irak Tancap Gas Bangun PLTS Raksasa, Target Kurangi Krisis Listrik dan Emisi
Warga dan Pemerinta daerah menggunakan salah satu bantuan PLN yaitu perahu Fiber untuk menyeberang sungai dalam kegiatan penanaman 400 pohon di Kelurahan Katimbang. [WAHANANEWS.CO/PLN].
Titik Balik: Hadirnya Katimbang Siaga Bencana
Perubahan mulai terjadi sejak akhir tahun 2025 melalui program Katimbang Siaga Bencana yang diinisiasi oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi.