Program ini tidak hanya menghadirkan bantuan fisik, tetapi juga membangun sistem dan kesadaran.
Mulai dari: Penyusunan SOP tanggap darurat, Pembentukan dan penguatan KSB, Penyediaan peralatan evakuasi seperti perahu karet dan APD, Pembangunan fasilitas MCK dan air bersih, Edukasi keselamatan ketenagalistrikan saat bencana, Program Go to School bagi generasi muda, Hingga pelatihan trauma healing untuk penguatan psikososial masyarakat.
Baca Juga:
Pastikan Hak Terpenuhi, Wali Kota Maulana Serahkan Santunan Kepada Keluarga Korban Kecelakan KRL Commuter Line
Selain penyediaan peralatan evakuasi seperti perahu karet dan APD, PLN UIP Sulawesi memberikan bantuan berupa penyusunan SOP tanggap darurat, Pembentukan dan penguatan KSB, Pembangunan fasilitas MCK dan air bersih bagi warga Kelurahan Katimbang. [WAHANANEWS.CO/PLN].
PLN juga mendorong upaya mitigasi berbasis lingkungan melalui pembersihan drainase secara berkala dan penanaman 400 pohon di sepanjang ±350 meter area rawan, guna meningkatkan daya serap air dan mengurangi limpasan banjir.
General Manager PLN UIP Sulawesi menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ketangguhan masyarakat.
Baca Juga:
Irak Tancap Gas Bangun PLTS Raksasa, Target Kurangi Krisis Listrik dan Emisi
“Kami ingin masyarakat tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Harapannya, Katimbang dapat menjadi contoh komunitas yang tangguh dan mandiri,” ujarnya.
Perubahan Nyata di Lapangan
Dampak program mulai terasa saat banjir kembali terjadi pada Januari dan Februari 2026.